Dosen Universitas Syiah Kuala Lakukan Edukasi Pemanfaatan Limbah Jadi Produk Ekonomis

Ekonomi Pendidikan

Dosen dari Universitas Syiah Kuala (USK), Dr Murna Muzaifa, MP dan tim telah melakukan edukasi terhadap salah satu pelaku usaha kopi dalam mengolah limbahnya menjadi minuman fungsional yang bernilai ekonomis tinggi.

Minuman yang dimaksud adalah kombucha.  Kombucha merupakan minuman teh fermentasi, dihasilkan dari pertumbuhan simbiosis antara khamir dan bakteri pada teh manis. Mikroba tersebut merubah teh dan gula menjadi berbagai senyawa yang berkhasiat antara lain asam-asam organik, vitamin (B1, B2, B3, B6, B12, B15 dan C) serta senyawa polifenol yang memiliki efek antioksidan yang kuat.

Berbagai sumber menyebutkan kombucha memiliki berbagai efek kesehatan, antara lain dapat melancarkan pencernaan, menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah, memiliki sifat antioksidan dan antibakteri. Kombucha bahkan saat ini menjadi salah satu minuman kesehatan terpopuler di Amerika Serikat.

Hal yang menarik ternyata kombucha dapat diproduksi dari bahan baku lain selain teh. Dr Murna dkk telah mengkaji pembuatan kombucha dari bahan baku kulit kopi yang telah dikeringkan yang disebut teh cascara. Teh cascara ini dapat diminum layaknya minuman teh, sebagaimana dilakukan oleh beberapa masyarakat di Ethiopia dan Bolivia.

Namun Dr. Murna menyebutkan di Indonesia minuman ini masih kurang populer. Hasil penelitian Dr Murna sebelumnya menunjukkan bahwa  tingkat penerimaan konsumen terhadap citarasa teh cascara masih rendah.

Oleh karena itu  Dr Murna mencoba meningkatkan daya terima cascara dengan mengolahnya menjadi kombucha, melalui proses fermentasi menggunakan mikroba khusus yang disebut Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast (SCOBY).  Citarasa minuman kombucha yang dihasilkan ternayata memang lebih baik dan disukai konsumen serta memiliki kualitas yang sama dengan kombucha berbahan baku teh.

Hasil inilah yang coba disosialisasikan agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui cara pembuatan dan manfaat produk ini.  Sehingga secara nyata mampu memanfaatkan limbah kopi yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah menjadi produk bernilai ekonomis.

Dalam pelatihan ini, pelaku usaha (mitra) yang diedukasi adalah pemilik kafe Delympus coffee yang beralamat di Simpang Tiga Bener Meriah. Mitra diberi pengetahuan dan keterampilan membuat kombucha dalam skala industri rumah tangga dengan dua variasi rasa yaitu original dan naga.

Selain itu, mitra diberi pengetahuan mengenai kehalalan dan keamanan produk kombucha serta diberikan bantuan berupa jar fermentasi kombucha ukuran 10 L dan starter SCOBY aktif yang dapat digunakan langsung oleh mitra untuk produksi.  Firdaus SP,  selaku pemilik kafe menyebutkan kegiatan ini sangat bermanfaat dan perlu disosialisasikan lebih luas lagi, agar semakin banyak masyarakat yang mengetahuinya.

Tim pengabdi juga memberikan harapan Delympus Coffee mampu meninisisasi munculnya industri kecil yang memproduksi kombucha cascara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *