Prof. DR. Maratua Damanik, Harapkan Peringatan Harganas Tepat waktu

Aparatur

Redelong – Deputi Balitbang BKBBN Republik Indonesia Prof. DR. Maratua Damanik, hadir di Kabupaten Bener Meriah dalam rangka menghadiri Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019 sekaligus pencanangan Hari Puncak PIPMG se-Aceh tahun 2019 sekaligus penutupan pameran PIPMG di lapangan Umah Pitu Ruang Bale Atu kecamatan Bukit, Sabtu, 13/7/2019.

Dalam sambutannya Prof. DR. Maratua Damanik menyampaikan, sebagaimana kita ketahui setiap tanggal 29 juni itu diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas) sejak tahun 1993 hal ini kita laksanakan sesuai dengan amanat keputusan presiden no. 13 tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional, sehingga tanggal 29 Juni ditetapkan sebagai Hari Keluarga Nasinal, kata Damanik menjelaskan.

“Mengapa Bapak Presiden sampai mengeluarkan keputusan Presiden, hal tersebut tidak lain pemerintah menyadari pentingnya lembaga keluarga dalam membangun suatu bangsa, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membangun suatu bangsa”, tegas Damanik.

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama pula dalam membentuk kepribadian anak bangsa dalam kehidupab bernegara, mengapa demikian, karena setiap keluarga memiliki fungsi yang disebut dengan 8 (delapan) fungsi keluarga, fungsi-fungsi tersebut adalah, Fungsi Agama, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungaan, fungsi ekonomi, fungsi pendidikan, fungsi reproduksi, fungsi social budaya dan fungsi lingkungan, demikian tambah Damanik menerangkan.

“Melalui 8 fungsi keluarga itulah diharapkan setiap keluarga mengetahui, memahami dan melaksanakan, mengingat setiap fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan”, jelasnya.

8 (delapan) fungsi keluarga bila di implementasikan niscaya akan tumbuh anak bangsa Indonesia yang memiliki karakter kuat dan berkepribadian terpuji apalagi dalam situasi dan kondisi yang serba transparan pada saat ini, sambungnya.

“Oleh karena itu pada Hari Peringatan Keluarga Nasional tahun 2019 dan seterusnya nanti pemerintah mengharapkan, pelaksanaan Peringatan Hari Keluarga Nasinal tepat diadaka pada tanggal 29 Juni”, Tegas Damanik.

Sebagaimana amanah peraturan Presiden No. 39 tahun 2014, hal tersebut damaksudkan agar Harganas lebih membumi secara bertahap, bisa lebih merasakan nuansa cinta, kasih dan sayang antar anggota keluarga, sehingga makna Hari Keluarga benar-benar dapat dilaksanakan oleh keluarga-keluarga dimasyarakat, beta indahnya apabila pada saat ini, kita antara seluruh anggota keluarga ayah, ibu, anak, nenek, kakek, paman, bibik dan seluruh anggota keluarga saling berjabatan tangan brangkulan dengan senanng hati dan ikhlas memohon sambil memberi salam sambil mengucapkan selamat Hari Keluarga, himbau Prof. DR. Maratua Damanik.

Sambung Damanik, saat ini perubahan lingkungan strategis terjadi dengan cepat dimana suatu hal yang dipandang baik bagi kehidupan keeluarga pada beberapa decade yang lalu belum tentu saat ini dapat diterima terlebih lagi dengan gaya hidupa yang makin moderen dan kesibukan orang tua yang semakin meningkat akan berdampak pada tatanan kehidupan keluarga, misalnya waktu berkumpul bersama keluarga secara kualitas mulai terasa terabaikan, terjadi kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak karena terbatasnya waktu untuk mendengarkan keluh kesah atau problematik terutama pada anak remaja, keluarga sering tidak tanggap atau kurang peduli pada kejadian-kedjadia dilingkungan sekitarnya, dan budaya gotong royong ditengah masyarakat bisa dikatakan hamper luntur, ungkap Duputi Balitbang BKKBN RI itu.

Diakhir sambutannya, Prof. Damanik kembali mengingatkan, Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019 ini mengambil tema “Hari Keluarga Hari Kita Semua” dan selogan “Cinta Keluarga Cinta Terencana” dengan tema dan selogan tersebut maka peringatan Hari keluarga Nasioanl (Harganas) diharapkan dapat dijadikan sebagai momentum dan pemacu bagi keluaarga Indonesia untuk terus menerus berupaya meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar dapat menghasilkan generasi yang berkualitas, Harganas tahun ini masih sama dengan Harganas sebelunya karena mengikut sertakan keluarga dan mencerminkan 4 pendekatan ketahanan keluarga yaitu, 1. Keluarga berkumpul, 2. Keluarga berinteraksi, 3. Keluarga berdaya dan 4. Keluarga peduli dan berbagi,salah satu yang digalakan pada Harganas Kali ini adalah, KEMBALI KE MEJA MAKAN, dan gerakan TIDAK MELIHAT MEDIA SOSIAL DAN TELEVISI PADA JAM: 6 SAMPAI JAM 9 MALAM ATAU GERAKAN 18 21, pungkas Damanik. (Rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *